Langsung ke konten utama

Membaca: Meningkatkan Kualitas Kemanusiaan



Hola!

Di segmen kali ini, Una Bonita Imagen (UBI) ingin sekali berbagi tentang membaca, berhubung tanggal 23 April yang lalu adalah Hari Buku Se-Dunia, jadi sepertinya penting sekali mengetahui manfaat dari membaca. Khususnya, membaca buku fiksi. 

Di zaman serba digital dan berkat kemudahan teknologi melalui telepon pintar, kita bisa membaca hal apapun dimanapun. Ya, readers bisa memilih informasi yang disuka, hingga mungkin saja ketemu blog ini ketika sedang mencari informasi di internet. Tapi, tahukah readers kelemahan dari sebuah informasi di internet? Yaitu, tidak terstruktur dan sistematisnya informasi yang disampaikan. Sehingga, bisa jadi readers mendapatkan informasi yang sepotong-sepotong saja, tidak komprehensif, dan bahkan bisa menimbulkan kesalahpahaman terhadap informasi tersebut. 

Nah, makanya, tidak ada salahnya untuk readers membaca buku kembali, baik berbentuk digital maupun lembaran kertas, agar readers bisa mendapatkan informasi yang lengkap, dan juga bisa menambah pengetahuan. Tapi, ternyata membaca buku tidaklah harus selalu tentang pengetahuan populer, buku-buku fiksi juga bisa bermanfaat lho untuk kesejahteraan jiwa kita. Jadi, jangan anggap membaca buku fiksi hanya membuang-buang waktu saja ya. Mau tau apa manfaat dari membaca buku fiksi, yuk simak lebih lanjut blog UBI.

Buku-buku

Melalui suatu penelitian yang dikutip dalam suatu artikel di New York Times dinyatakan bahwa saat membaca, fungsi bahasa di otak kita teraktivasi. Namun, saat membaca buku fiksi, tidak hanya fungsi bahasa saja yang aktif, tapi fungsi pengindraan (sensing) pun ikut aktif. Yang artinya, terdapat aktivasi pada otak kita di 2 (dua) tempat yang berbeda. Jadi, apabila seseorang membaca suatu kalimat tentang “wanginya kopi” atau “terpaan angin melambai-lambai”, fungsi bahasa sekaligus pengindraan di dalam otak seseorang tersebut ikut bekerja. Dan ternyata setelah diteliti lebih lanjut, aktivasi dua tempat di otak kita ini, juga dialami oleh orang-orang yang mengalami suatu pengalaman secara langsung, yang mengartikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan ketika seseorang mengalami suatu pengalaman yang menguras emosi dan pikiran dengan orang yang hanya membaca tentang kisah yang menguras emosi dan pikiran tersebut. Contohnya, jika readers membaca tentang wanginya bunga dan ada orang mencium wangi bunga secara langsung, kedua fungsi otak tersebut sama-sama aktif pada readers dan orang terkait. We can experience something through fictions and it benefits out brains like experiencing a real life!

Lebih lanjut di dalam artikel tersebut juga dinyatakan bahwa orang yang sering membaca buku fiksi, memiliki kemampuan untuk memahami perasaan atau pikiran seseorang, mampu berempati terhadap orang lain, dan memahami dunia dari sudut pandang orang lain dibanding orang yang tidak membaca buku fiksi. Hal tersebut dikarenakan, pada saat membaca buku fiksi, seseorang berupaya memposisikan diri terhadap kisah yang dibacanya, seolah-olah ia sendiri yang mengalaminya. Bahkan, pada penelitian di lain dinyatakan bahwa seseorang dapat mendapatkan pencerahan dari membaca buku fiksi. Wow! Betapa bermanfaatnya membaca buku fiksi, bukan?

Jika begitu, tidak berlebihan jika dengan membaca buku fiksi yang baik dan bagus dapat meningkatkan kualitas human being kita di kehidupan sosial melalui upaya kita berempati dan memahami perasaan serta pikiran orang lain yang muncul dari kisah suatu tokoh di buku fiksi yang kita baca. Kebayang kan readers kalau kita bisa hidup aman dan damai serta bahagia beriringan dengan orang lain dengan bantuan kebiasaan kita membaca buku fiksi. Betapa indahnya bumi dan seisinya!

Setelah tahu begitu besarnya manfaat membaca buku fiksi, alasan apa lagi yang membuat readers malas membaca buku? Yuk, mulai ke toko buku terdekat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

First Impression with La Tulipe Natural Honey Lotion (Update)

Hola ! Una Bonita Imagen (UBI) baru saja mencoba lotion dari La Tulipe, variasi Natural Honey. I bet that this product will come with thick consistency, but I know that I am so wrooong . La Tulipe menghadirkan 6 ampoules , yang masing-masingnya terdiri atas 2 ml, yang menurut UBI sangat cukup untuk digunakan pada area kulit wajah. Karena ini percobaan pertama UBI, UBI akan menggunakannya sedikit saja, kira-kira lapisannya cukup untuk melapisi wajah UBI. Oiya, karena ini berbentuk ampoules , maka produk tersebut dikemas dalam botol kaca gelap, yang artinya, produk di dalam kemasan tersebut terjaga dari udara luar maupun dari sinar matahari, which is good ! Tapi, hati-hati yah saat membuka botolnya, supaya tidak tertusuk lapisan kaca yang membuka. The Package The Ingredients The Ampoule And, what's my first impression? Dari segi tekstur produk, terlihat cukup cair, dan tercium aroma seperti alkohol. But, I did not find any ingredient that sounds like alcohol....

Kandungan Galactomyces pada Essence

Hola ! For those who love so much Korean skin care , siapa yang tidak mengenal essence ? Pasti produk ini sudah tidak asing lagi, dan beberapa brand pun sudah mengeluarkan jenis produk yang satu ini. Hanya, untuk edisi kali ini, Una Bonita Imagen (UBI) ingin sekali berbagi tentang suatu produk asal Korea yang sudah mewabah di kalangan perempuan-perempuan di dunia, yaitu Secret Key: Starting Treatment Essence (SK STE) . Well, salah satu active ingredient di dalam essence ini adalah Galactomyces Ferment Filtrate (GFF) yang dipercaya sebagai salah satu antioksidan yang mampu melawan radikal bebas dan juga memberikan kelembaban pada wajah.   Kebayang gak sih readers , kalau sehabis pulang sekolah, kuliah, atau kerja, sehari-hari kulit kita menghadapi stres yang datang dari polusi lingkungan, tentu hal tersebut membuat wajah kusam dan pori-pori membesar. Nah, kandungan GFF ini semestinya mampu calming our skins’ stress . Maka dari itu, tidak heran kalau produk skin care...

Hit Your Pimples with Himalaya Purifying Neem Mask!

Hola !  Kali ini, Una Bonita Imagen (UBI) akan mengulas suatu produk yang terlahir di India sana. Tak aneh, jika kandungan yang ada di dalam produk tersebut, mayoritas berasal dari vegetasi di India, misalnya seperti Azadirachta indica , yaitu nimba. Produk berkandungan nimba ini ada dalam Himalaya Neem Purifying Mask , merupakan masker lumpur yang diperuntukkan untuk kulit normal cenderung berminyak. Selain nimba, masker ini juga berkomposisikan fuller’s earth yang bermanfaat mendinginkan dan menenangkan kulit wajah, serta turmeric , alias kunyit, yang merupakan komponen antibakteri.  Lalu, bagaimana ulasan UBI terhadap masker lumpur yang eksotis ini? Absolutely , looooove it so much ! Masker ini merupakan salah satu life saviour kalau kulit UBI sedang berjerawat. Biasanya, produk ini akan mematangkan dulu jerawat di kulit wajah, lalu mengempiskannya hingga tak ada bekas sama sekali. Selain itu, blackheads and whiteheads di hidung UBI juga relatif ber...